Senin, 27 Januari 2014

KUTIPAN

Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. Landasan teori
b. Penguat pendapat penulis
c. Penjelasan suatu uraian
d. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

JENIS KUTIPAN

a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan

g. Kutipan langsung pada materi



DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka merupakan sebuah halaman yang bisa dibilang adalah halaman yang wajib ketika membuat buku atau karya tulis, hampir semua karya tulis selalu mencatumkan daftar pustaka diakhir karangannya, hal ini dibuat untuk mempermudah pembaca yang ingin meninjau lebih jauh tentang apa yang sudah ditulis, selain itu bisa juga sebagai acuan untuk melakukan pengecakan apakah sudah sesuai dengan buku yang tertera dalam daftar pustaka.
Bila dilihat dari segi bahasa, daftar pustaka memiliki pengertian sebagai suatu daftar yang didalamnya mencatumkan nama pengarang, judul buku, penerbit, tahun terbit dan hal-hal lainnya yang terkait, penempatannya berada pada bagian akhir sebuah karangan atau buku dan susunannya diurutkan berdasarkan abjad.
FUNGSI DAFTAR PUSTAKA
Dari uraian singkat diatas mungkin ada sudah sedikit memahami apa itu yang dinamakan dengan daftar pustaka, sebelum kita melanjutkan sesuai tengan tema kita hari ini yakni contoh daftar pustaka yang baik dan benar, ada baiknya kita jelaskan terlebih dahulu apa saja fungsi Daftar Pustaka.
Beberapa fungsi adanya daftar pustaka dalam sebuah karya tulis diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang telah ditulis bukan hanya didapat dari pemikiran sendiri namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah ditulis dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka
·         Bagi pembaca yang ingin menelaah lebih jauh tentang pernyataan yang telah ditulis dalam karya tulis yang dibuat maka bisa secara langsung mencarinya dari daftar buku yang telah ditambahkan.
·         Untuk memberikan penghargaan kepada penulis buku yang tercantum sehingga dari pemikirannya terselesaikanlah sebuah karya tulis.
·         Penulis akan dipandang lebih profesional ketika mencatumkan daftar pustaka.
UNSUR DAFTAR PUSTAKA
Dalam menuliskan daftar pustaka ada beberapa hal penting yang sebaiknya anda ketahui, termasuk juga unsur-unsur dalam yang harus ada dalam penulisan daftar pustaka, unsur-unsur tersebut yakni
·         Nama pengarang
·         Judul buku/artikel
·         Data publikasi (penerbit, tempat terbit (tahun terbit, edisi buku)
CONTOH PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Penulisan daftar pustaka juga berbeda-beda tergantung dari apa yang dijadikan sumber daftar pustaka tersebut. Berikut penulis daftar pustaka yang bersumber dari :
1.      Buku
Nama pengarang (penulisan nama dibalik dari belakang Misal : Naufa Zahra, maka menjadi “Zahra, Naufa” ), tahun terbit, judul, tempat terbit dan tahun terbit.
·         Arisandi, Yahoma dan Yoovita Andriani. 2001. Tanaman Obat Plus Pengobatan Alternatif. Jakarta: Setia Kawan
·         Said, Ahmad. 2007. Khasiat dan Manfaat Temulawak. Jakarta: Sinar Wadja Lestari
·         Dalimartha, Setiawan, dr. 2001. 36 Resep Tumbuhan Obat untuk Menurunkan Kolesterol. Jakarta: Penebar Swadaya
·         Hariani, Sangat M. dkk. 2000. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
2.      Internet
Rahimawati. 2013. Contoh Daftar Pustaka dan Cara Penulisannya, http://contohsuratku.com/contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar.html, (diakses 22 Mei 2013)
3.      Koran
Rahimawati, B. 10 Mei, 2013. Unsur penting dalam penulisan daftar pustaka. Majpahit Pos , hlm. 2 & 6
4.      UU, Permen dan Kepres
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.  Jakarta: Sekretariat Negara
5.      Ensiklopedia, Kamus
·         Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975.
·         Chicago, USA . Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
6.      Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.
7.      Film (Movie)
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.




ABSTRAK

DEFINISI
Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca.
Sedangkan pengertian khusus abstrak adalah sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak dialami secara langsung.
Jadi abstrak adalah kata yang menunjukan kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Pemahaman akan pengertian abstrak sepertinya masih dianggap sebagai suatu yang sulit bahkan tak teraplikasi. Sebagaimana tertera di atas, suatu perikatan adalah suatu pengertian abstrak (dalam arti tidak dapat dilihat dengan mata), maka suatu perjanjian adalah suatu peristiwa atau kejadian yang konkret. Misalnya : Perjanjian jual beli
FUNGSI ABSTRAK
Fungsi abstrak adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal hasil penelitian yang telah dibuat. Uraian yang hanya satu halaman tersebut memudahkan abstrak dimasukkan dalam jaringan internet. Hal ini dimaksudkan memudahkan anda mengetahui hasil penelitian tanpa harus membaca keseluruhan penelitian yang berlembar lembar. Sehingga abstrak membantu anda dalam mencari referensi dalam penelitian yang anda cari.
Adanya abstrak akan menghindari tindakan plagiasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebuah penelitian akan terlindungi jika hanya abstraknya saja yang ditampilkan dan diperluas di internet.
MACAM-MACAM ABSTRAK
Ada beberapa jenis abstrak yang digolongkan pada fungsi dan orientasi pembaca. Namun pada prakteknya lebih banyak dikenal/digunakan dua jenis abstrak ini yaitu:
1.      Abstrak Informatif merupakan abstrak dokumen yang terpenting, sangat umum, informasi kuantitatif dan kualitatif.
Ciri-cirinya : menyajikan hasil isi dan prinsip-prinsip dari hasil kerja (tujuan,metode), kesimpulan dari artikel asli secara jelas, untuk orientasi pembaca yang tidak dapat mengakses dokumen aslinya. Abstrak informative dibuat sesempurna mungkin namun tidak mengubah makna/isi dari dokumen/artikel aslinya. Sehingga abstrak ini lebih panjang daripada jenis abstrak lainnya. Biasanya makalah/artikel majalah menghasilkan 100 hingga 250 kata, sedangkan laporan dan tesis sekitar 500 kata. 
2.      Abstrak Indikatif menunjukan isi sebuah artikel dan berisi pernyataan umum tentang sebuah dokumen, tanpa disertai informasi terperinci mengenai hasil tujuan serta data kuantitatif. Biasanya untuk dokumen diskusi, tinjauan literature, prosiding komperensi, dan esei.
JENIS-JENIS ABSTRAK
·         Abstrak ulasan/kritis: Pengabstrakan tidak hanya menjelaskan isi dari dokumen asli tetapi mengevaluasi/menilai, memberi pendapat dan dapat pula menganalisa kerjanya bahkan cara penyajiannya. (Cenderung memberikan komentar)
·         Abstrak pokok: Ditulis untuk menarik perhatian pembaca terhadap suatu dokumen, ditulis dengan sederhana, ringan dan tidak terlalau resmi (gambaran tidak lengkap). Abstrak ini lebih banyak ditulis oleh pengarang atau redaksi.
·         Abstrak terarah/miring: Dalam abstrak ini satu artikel/dokumen dapat dibuat lebih dari satu abstrak yang ditujukan pada bidang-bidang tertentu.
·         Abstrak statistic/numeric: Menyajikan data dalam bentuk table/numeric abstrak jenis ini ringkas dan mudah dibaca banyak dipergunakan untuk memproyeksikan kecenderungan pertumbuhan penduduk, pasar, konsumsi.(Data ekonomi, social dan pemasaran).
·         Abstrak informatif-indikatif: Perpaduan abstrak informative dan indikatif. Sebagian dari abstrak ditulis dalam gaya informative, sedangkan aspek dokumen yang kurang penting ditulis dalam gaya indikatif.
·         Abstrak mini: Abstrak yang menguatkan judul dokumen yang diabstrak., tidak membuat analisis dengan penulisan yang sangat cepat, judul artikel sebagai alat pemberitahuan bagi pembaca.
Cara Penggunaan Abstrak.
Membuat abstrak tidaklah mudah, namun juga bukan merupakan hal yang menakutkan. Ada beberapa tips khusus untuk anda dalam membuat abstrak, sehingga dapat terhindar dari kesalahan yang sifatnya umum.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan abstrak.
1. Semua bagian harus seimbang. Jangan hanya menonjolkan hanya salah satu aspek saja, seperti judul saja atau penggunaan metode penelitian saja, tetapi mengulas hasil penelitian lebih ditekankan.
2. Pastikan penulisan abstrak menggunakan unsure 5W + 1H dengan lengkap.
3. Harus ada hubungan yang kohesif antar unsure penelitiannya. Harus ada benang merah dari hasil penelitian yang telah dibuat.
4. Pilihlah kata kunci yang sesuai dengan subjek dan objek penelitian yang telah dibuat.




Sumber :

Selasa, 24 Desember 2013

cerpen tentang diri sendiri

          Pertama saya ingin mengenalkan diri saya , nama saya deni kurniawan , saya anak ke3 dari 3 bersaudara ,  saya lahir di jakarta 15 desember 1992 . alamat saya di jl.pondok baru kelurahan cijantung kecamatan pasar rebo kotamadya jakarta timur .
           pendidikan saya dulu saya TK di Al-Qariah , dilanjutkan SD di  SDN 05 Pagi cijantung , setelah lulus SD saya melanjutkan di  SMPN 217 NEGERI Jakarta timur yang berada engga jauh dari SD saya waktu itu yang bertempat di Jl.Kamboja , setelah lulus SMP saya bersekolah di SMA swasta yang ada di daerah Kalisari/Pekayon Tepat nya di SMA/SMK BUDHIWARMAN 2 JAKARTA TIMUR.
           Setelah Saya Lulus dengan Nilai yang cukup baik saya melanjutkan untuk meneruskan pendidikan saya yaitu Pendidikan Jenjang Perkuliahan , saya Kuliah di UNIVERSITAS GUNADARMA , yang berlokasi di Jl.akses UI Depok , dan saya sangat bangga bisa kuliah / melanjutkan pendidikan yang sedang saya jalani , saya kuliah di gunadarma mengambil jurusan sistem informasi fakultas ilmu komputer
         itulah cerita pendek tentang pendidikan diri saya, saya ini hoby nya menggambar , saya sangat senang menggambar karena gambar adalah karya seni , saya sangat senang dengan seni . karena dengan seni saya bangga bisa menghasilkan karya karya yang bisa dilihat orang / dinikmati banyak orang
         sewaktu saya masih sekolah di SMA Budhiwarman saya sangat bangga saya di beri kepercayaan untuk melatih Eksul Graffity , dimana waktu itu Graffity sangat tenar pada masa nya , Graffity itu adalah karya seni gambar dimana objek nya adalah tembok ,papan dan dimana saja bisa ,

        menggambar graffity itu kita harus mempersiapkan sketsa terlebih dahulu , agar kita tau apa konsep yang ingin kita buat , alat yang paling penting itu adalah cat semprot / pilox . dan itu adalah pengalaman saya / hoby saya yang saya sangat banggakan diberikan karunia oleh allah swt bisa menggambar dan memberikan pelajar kepada adik adik kelas di waktu saya masih menggunakan seragam abu abu , hehe , demikian lah cerita pendek tentang diri saya bila ada kata kata yang salah saya mohon maaf, terimakasih
      •     Pengertian Kerangka Karangan

        Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.


        B.      Manfaat Kerangka Karangan

        Adapun manfaat kerangka karangan secara umum adalah untuk menyusun karangan secara teratur. Selain itu ada beberapa manfaat kerangka karangan, antara lain :

        a.    Mempermudah pembahasan tulisan.

        b.    Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.

        c.    Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.

        d.   Memudahkan penulis mencari materi tambahan.

        e.    Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.

        f.     Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.

        Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh.


        C.      Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik

             Adapun syarat-syarat kerangka karangan yang baik antara lain :

        a.    Pengungkapan maksudnya harus jelas.

        b.    Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.

        c.    Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.

        d.   Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. 


        D.  Macam-macam Susunan Kerangka Karangan

              Ada beberapa macam-macam susunan kerangka karangan , antara lain :

        1.      Alamiah

        Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :

        a)      Berdasarkan urutan ruang.

        Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis.

        Contoh a :

        Topik : Banjir.

        Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir.

        Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia.

        I.  BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA

              A. Banjir di Asia

                                      1. Banjir di China.

                          2. Banjir di Taiwan.

          B. Banjir di Eropa

                                      1. Banjir di Belanda.

                                      2. Banjir di Inggris.

        II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA.

        A. Banjir di Pulau Jawa

            1. Banjir di DKI Jakarta.

            2. Banjir di Pacitan.

        B. Banjir di luar Pulau Jawa

           1. Banjir di Papua Barat.

           2. Banjir di Padang.

        b)      Berdasarkan urutan waktu.

        Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setiap peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain.

        Contoh b :

        Topik: masyarakat

        Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat

        Tema: Perkembangan masyarakat  dari zaman ke zaman.

        I.  MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU

             A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia

             B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia

                1. Di Irian

                2. Di Kepulauan Mentawai

        II.  MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK

             A. Masyarakat Petani  dan Peramu di Dunia

             B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia

                 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa

                 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur

        III. MASYARAKAT INDUSTRI

             A. Masyarakat Industri Modern

             B. Masyarakat Industri Canggih


        c)      Berdasarkan urutan topic yang ada.

        Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll.

        Contoh c :

        Topik: Hutan

        Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan

        Tema: Pemanfaatan hutan.

        I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH

            A. Mencegah Erosi

            B. Mengurangi Polusi

               1. Polusi Udara

               2. Polusi Suara

              C. Sebagai Hutan Lindung

        II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS

           A. Hutan Tanaman Industri

           B. Hutan untuk Rekreasi

           C. Hutan untuk Penelitian


        2.      Logis

        Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan :

        a)      Klimaks-Anti klimaks

        Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua :

        1.      Urutan klimaks = yang penting di akhir.

        2.      Urutan antiklimaks = yang penting di awal.

        Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan.

        Contoh a:

        Topik: Banjir

        Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir

        Tema: Banjir dan akibatnya

        I. MUSIM PENGHUJAN MULAI

        II.PENGGUNDULAN HUTAN

        III. EROSI DI MANA-MANA

        IV. PENDANGKALAN SUNGAI

        V. MUSIBAH BANJIR

        VI. PENDERITAAN MASYARAKAT


        b)      Umum-Khusus

        1.      Umum  – khusus : Hal besar diperinci ke  hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu  suku-suku dan kebudayaannya.

        2.      Khusus  – Umum : Sebaliknya.

        Contoh b :

        Topik: Pendidikan

        Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat

        Tema: Pendidikan di masyarakat

        I.   PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM

        II.  PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN

        III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT PEDESAAN

        IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA

        c)      Sebab-Akibat

        1.       Sebab ke  akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin  terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai  persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan  cuaca global.

        2.      Akibat ke  sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang  menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di  Indonesia.

        Contoh c :

        Topik:  Premanisme di Jakarta

        I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT

        II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA

        III. LAPANGAN KERJA MENCIUT

        IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH


        d)     Proses

        Dimulai  dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan  umum atau solusi.

         Contoh: Banjir di Jakarta,  penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya.

        Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan

        Ada dua cara :

        1. Sistem Campuran Huruf dan Angka.

        I  . Angka Romawi Besar untuk BAB

            A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab

                1. Angka Arab besar

                  a. Huruf Romawi Kecil

                  i. Angka Romawi Kecil

                  (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung

                  (1) Angka Arab Berkurung

        Contoh 1 :

        I.   Pendahuluan

        II.  Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia

             A.  Bukti-Bukti dari Sensus 2000

             B.  Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995

             C.  Studi Kasus di Lampung

                 1. Pengukuran Fertilitas

                 2. Penyebab Perbedaan fertilitas

                     a. Retaknya Perkawinan

                     b. Abstinensi Setelah Melahirkan

                     c. Perbedaan Fekunditas

        III. Kesimpulan


        2. Sistem Angka Arab (dengan digit).

        1.

        1.1

        1.1.1

        1.1.1.1

        2.

        2.1

        2.1.1

        dst.

        Contoh 2 :

        1.  Pendahuluan

        2.  Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia

            2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000

            2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995

            2.3. Studi Kasus di Lampung

                  2.3.1. Pengukuran Fertilitas

                  2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas

                     2.3.2.1. Retaknya Perkawinan

                     2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan

                     2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas

        3. Kesimpulan


        E.      Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Karangan

        Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan, berikut langkah-langkahnya, antara lain :

        1.  Menentukan tema dan judul

        Sebelum anda mau melangkah, pertama kali dipikirkan adalah mau kemana kita berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. Kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis. Tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. Semakin banyak penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan memperlancar penulis memperoleh tema. Namun, bagi pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :

        a.  Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas.

        b.  Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.

        c. Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.

        Terkadang memang dalam menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat-syarat diatas. Contohnya saat lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya bisa memakainya.Ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. Salah satu caranya dengan menentukan judul karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita.


        2.  Mengumpulkan bahan

        Setelah punya tujuan, dan mau melangkah, lalu apa bekal anda? Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. Bagaimana ide, dan inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut muncul. Buat apa ide muluk-muluk kalau tidak diperlukan. Perlu ada dasar bekal dalam melanjutkan penulisan. Untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. Hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya. Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai juga dengan tujuan tulisannya.


        3.  Menyeleksi bahan

        Setelah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. berikut ini petunjuk-petunjuknya :

        a. Catat hal penting semampunya.

        b. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.

        c. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.


        4.  Membuat kerangka

        Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. Fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih ke arah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. Sedangkan karangan fiksi contoh nyatanya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang tidak mungkin terjadi. Bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah yang mana dulu? Perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.

        Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :

        a. Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan2 yang timbul).

        b. Mengatur urutan gagasan.

        c. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab.

        d. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap

        Merangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis. Bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir)


        5.  Mengembangkan kerangka karangan
        Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan. Pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.



         Sumber :